Meski tidak selalu dipestakan, tidak pula dianggap sebagai hari raya, titik pergantian umur ke angka yang lebih besar ini tidak pernah tidak membuat saya diam sebentar dan menerima bahwa akhir justru kian dekat. Waktu, mendorongmu maju berjalan. Waspada, menarikmu untuk bertekuk pada akhir.
Semua manusia demikian.Semua manusiapun bisa datang bisa pergi. Bukan berarti mereka hanya melumat manis dan beranjak saat di diri saya tersisa sepah, tapi mereka sama seperti saya, juga punya mimpi, titik tujuan dan kepentingan lain. Kalau bersama tidak merakit sayap, maka tidaklah berharga untuk dijaga. Tenang, ada banyak kenangan baik yang akan abadi menjadi judul.
Inilah hari di mana menjadi semakin tua, kukuh tak terbantahkan. Semoga ini pula hari, di mana kedewasaan, tangguh jadi hal baru yang bisa saya tawarkan. Bagaimana mungkin kulit dan pori, serta otak yang mega rumit mampu ada hanya karena sebuah kebetulan. Semoga saya semakin yakin akan adanya Tuhan. Maha kuasa, Esa dan pencipta.
Selamat ulang tahun wahai jiwa. Terima kasih sudah di sana dalam waktu yang lama. Kita akan hadapi banyak tikungan dan tanjakan tanpa pengaman di depan sana. Berjalanlah kita terus. Ambilkan saya minuman kaleng dingin bila haus. Ingatkan saya menepi dan istirahat sejenak bila harus.
Dan saya masih bisa ingat jelas, yang datang pasti pergi, yang hidup pasti mati. Inilah hari saya datang, hidup dan terlahir, tidak tau apa-apa, tidak berbeban apa-apa. Waktu terus berjalan. Ilmu, ulah, hasut, pandu. Plastik, baja, benang. Susah, sedih, senang. Telan atau bagikan.
Keluarga dan sahabat, terima kasih untuk kasih sayang dan waktu yang rela kalian bagikan. Meski terlahir dgn kondiai keluarga yang agak kurang lengkap, sungguh kehadiran kalian membuat banyak hal terasa lebih menyenangkan.
Ini hari lahir saya. 29 November.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar