Jumat, 30 November 2012


(UN) SPOKEN-THANKS


Ceritanya saya ditawari jadi LO diacara (UN) SPOKEN showcase 2 band, The Triangle dan Space and Missile malam hari lalu. Senang sekali rasanya akan berkontribusi disuatu acara, tapi sesampainya saya disana, saya hanya bengang bengong melamun sendirian. Sesekali Tintus (salah satu anggota Space and Missile yg juga roadman Tulus) menyapa. Saya sudah bertanya kepada panitia apa kerjaan saya dan apa yg harus saya lakukan saat itu, tapi nyatanya saya disuruh diam dulu menunggu. Menunggu lagi.

Sejak kemarin saya sudah membuat janji dengan edho untuk bantu dia buat proposal skripsi, akhirnya datang juga ia ke IFI . Sampai pukul 4 sore kami memutuskan untuk pergi cari makan, karena perut sudah serentak buat konser tunggal. Seingat saya, saya harus ada di venue jam 6 sore lagi. Jadi kami punya waktu 2 jam untuk makan. Hore ! Pokoknya sampai isya saya sama edho. Dan saya belum kerja apapun. Tjakep.

Tepat jam 8 malam, saya diajak Tintus untuk masuk kedalam backstage. Banyak orang yang saya tidak kenal, tapi untung dikenalin oleh Tintus.  Pukul 8 lewat 15 acara mulai, saya pun menonton acara music tersebut dr depan samping kanan panggung. Hamper satu jam saya menikmati acara music (UN) SPOKEN , tiba tiba…… sosok itu datang menghampiri. Laki-laki yang saya kagumi datang menghampiri dan menyapa saya yang sedang duduk dilantai. Udara yang saya rasakan menjadi dingin. Obrolan pun menjadi lebih seru.

Ketika acara selesai, saya dan ia memberikan ucapan selamat kepada Space and Missile. Dan waktu menunjukkan pukul setengah sebelas tepat , tandanya saya harus pulang. Ternyata ia juga mau bergeas pulang karna ada kerjaan yg mesti ia bereskan. Saya duluan pamit, lalu disusul dgnnya. Ketika didepan pagar IFI, ia pun menwarkan untuk mengantar saya pulang. Awalnya sih saya tolak karna saya segan, tapi ia bujuk saya. Apa boleh buat saya menerima ajakkannya. Dan itulah pertama kali saya berada 1 mobil berduaan dengannya. Gigi saya gemeretuk karna kedinginan. Didalam mobil pembicaraan menjadi sangat lucu dan hangat. Ya saya rasa ini adalah kado dari Allah untuk saya. Karna saya merasa bahagia hingga dada saya berdegup.

Terima kasih telah mengantar saya pulang, Kang! J






















Hari ke dua puluh enam di bulan sebelas, malam hari.
Saya dikiri, Kang Ari Renaldi ditengah, dan dikanan ada Yusuf Adam. 

Kamis, 29 November 2012

Hari  ini, kamis tanggal 29 bulan ke sebelas tahun 2012. Saya memasuki usia baru, usia kembar.
Tapi bukan kembar srikandi, yaitu 22.

Happy Birthday, Novia Utami.

Semua yang terbaik untukmu AMIN.

Selasa, 27 November 2012

Lucky Nite



 4 hari sebelum bulan november ini berakhir, acara Articulation diselenggarakan dikampus saya. Blue stage FIB Unpad. 2 hal yang menjadi alasan saya untuk hadir ke acara tersebut. Yang pertama, Adam Says (teman yang saya menejeri) tampil disana. Yang kedua, manusia yang membuat saya kagum dan hormat juga akan tampil disana.  Saya menyiapkan semuanya dengan hati-hati dan berfikir panjang. Mulai dari outfit yang saya akan kenakan dan yang akan saya bicarakan ketika bertemu orang itu. Ya entahlah, seketika buyar dkala sudah bertemu. Hehehe.

Pokoknya saya harus menyapa lebih dulu, nanti dikira arogan lagi. Ia turun dr mobil, dan langsung saya bisa mengenali bayangannya. Tapi agak aneh yah belum deg-degan. Aaah baik sekali pokoknya ia saat itu. Kami pun berpisah sebentar karna saya harus mengurusi band yang saya tangani saat itu. Kami beda ruangan. Karena adam says akan segera perform, jadi saya berkelana disekitaran panggung. Kerjaan selesai, dan saya berpapasan dengannya di belakang stage. “Good Luck, kang!” hanya itu yang bisa saya ucapkan. Karena gentian , ia yang akan perform. Penampilannya selalu berhasil memukau saya dan tepat dilagu terakhir (kata vokalisnya) , ia bilang ke vokalis bandnya, “ada yang rikues lagu tiada,bawain ya”, kata itu yang saya dengar dari mulutnya. Sontak hati saya berdegup kencang layaknya kuda lomba lari. Tapi senang sekali rasanya lagu yang saya minta dibawakan.

Karena lagu “tiada” adalah lagu terakhir, maka semua personil turun ke bawah stage dan diminta untuk menonton cabaret dari jurusan kuliah saya. Saya mendekatinya saat ia turun dari stage. Dan kamipun nonton cabaret sebelahan heheheheheheh. Bahan obrolan apapun kami jadikan bahasan. Tiada kata lagi yang mau saya ucapkan selain, bahagia. Bahagia bahagia bahagia.

Senin, 19 November 2012

17.11.12


17.11.12

Tanggal diatas merupakan hari yang Fajar tunggu-tunggu. Ia bersanding dipelaminan dengan wanita itu. Tak akan kusebut namanya disini, saya tahu saya bukan siapa-siapanya lagi. Saya hanya wanita yang mengaguminya dari jauh sendiri. Ketika namanya saya search di twitter, ada temannya yang mempublikasikan undangan dengan memfotonya.

Semakin sesak dada saya ketika melihat dan memperbesar gambar tersebut. Terlintas dibenak saya untuk mengintip sekedar ingin tahu mimik mukanya ketika bersanding dialtar pelaminan. Ahhh tapi sepertinya nyali saya kurang besar untuk menghadiri acara resepsinya. Saya takut jika saya akan mempermalukan diri sendiri dengan tiba-tiba jatuh pingsan ketika ia lewat dengan istri sahnya dihadapan saya.

Mungkin mereka berdua adalah jodoh yang memang sudah digariskan Tuhan. Jodoh saya ada diluar sana , masih memperbaiki dirinya dahulu. Ketika saya dan dia sudah sama-sama baik, mungkin itu saatnya kami dipertemukan dialtar pernikahan yang suci J


Kini hati saya terbuka lebar seperti ketika seorang manusia membuka buku ditengah-tengah. Gak ada lagi yang namanya risau atau teman-temannya saat ini. Tujuan hidup saya adalah bahagia. Mencoba bahagia. Mencoba membahagiakan orang-orang disekitar saya , seperti ibu, ayah, kedua adik saya, nenek dan adik ibu saya. Hanya itu. Tapi kalo saya sudah menikah ya jelas nambah, suami, mertua, dan saudara kandungnya.  Entahlah kapan nambahnya.

hari sidang proposal skripsi


        14 November 2012 adalah hari dimana kedisiplinan semenjak 2 minggu lalu yg saya terapkan diuji. Iya. Hari sidang proposal skripsi saya. Pada hari itu saya mencoba tenang setenang air yang tidak disentuh. Saya hanya bisa diam ditempat tidur kosan sambil bolak-balik kertas proposal saya. Sebelum saya sidang pukul setengah satu siang, saya menyempatkan bersemedi kepada pencipta. Sholat Dhuha feat sholat Hajat. Bersimpuh, hanya itu yang dapat saya kerjakan setelah seminggu lalu proposal itu dikumpulkan.

        Saya terus meminta kepada yang Maha Kuasa agar dosen-dosen saya yang budiman bisa membuka hati mereka agar menerima proposal skripsi saya. Daaaaan..alhamdulillah ketika saya selesai bersidang didalam ruangan dengan madame vivin dan madame nany, pengumuman itu menyatakan bahwa proposal skripsi saya DITERIMA. Saya sempat mau menitikkan air mata. Tapi malu dilihatin sama 4 orang yang ada disana, yaitu 3 senior saya dan madame vivin -____- .

    Ya lalu saya tarik kesimpulan dari kejadian dan kerja keras yang membuahkan kesenangan ini adalah kedisiplinan sangat perlu diterapkan , dateline itu perlu, dan berdoa habis-habisan itu keharusan. Kedisiplinan dan berdoa harus saya jalankan dikehidupan saya setelah ini terus-menerus.