(UN) SPOKEN-THANKS
Ceritanya saya ditawari jadi LO
diacara (UN) SPOKEN showcase 2 band, The Triangle dan Space and Missile malam
hari lalu. Senang sekali rasanya akan berkontribusi disuatu acara, tapi sesampainya
saya disana, saya hanya bengang bengong melamun sendirian. Sesekali Tintus
(salah satu anggota Space and Missile yg juga roadman Tulus) menyapa. Saya sudah
bertanya kepada panitia apa kerjaan saya dan apa yg harus saya lakukan saat
itu, tapi nyatanya saya disuruh diam dulu menunggu. Menunggu lagi.
Sejak kemarin saya sudah
membuat janji dengan edho untuk bantu dia buat proposal skripsi, akhirnya
datang juga ia ke IFI . Sampai pukul 4 sore kami memutuskan untuk pergi cari
makan, karena perut sudah serentak buat konser tunggal. Seingat saya,
saya harus ada di venue jam 6 sore lagi. Jadi kami punya waktu 2 jam untuk
makan. Hore ! Pokoknya sampai isya saya sama edho. Dan saya belum kerja
apapun. Tjakep.
Tepat jam 8 malam, saya diajak
Tintus untuk masuk kedalam backstage. Banyak orang yang saya tidak kenal, tapi
untung dikenalin oleh Tintus. Pukul 8
lewat 15 acara mulai, saya pun menonton acara music tersebut dr depan samping
kanan panggung. Hamper satu jam saya menikmati acara music (UN) SPOKEN , tiba
tiba…… sosok itu datang menghampiri. Laki-laki yang saya kagumi datang
menghampiri dan menyapa saya yang sedang duduk dilantai. Udara yang saya
rasakan menjadi dingin. Obrolan pun menjadi lebih seru.
Ketika acara selesai, saya dan
ia memberikan ucapan selamat kepada Space and Missile. Dan waktu menunjukkan
pukul setengah sebelas tepat , tandanya saya harus pulang. Ternyata ia juga mau
bergeas pulang karna ada kerjaan yg mesti ia bereskan. Saya duluan pamit, lalu
disusul dgnnya. Ketika didepan pagar IFI, ia pun menwarkan untuk mengantar saya
pulang. Awalnya sih saya tolak karna saya segan, tapi ia bujuk saya. Apa boleh
buat saya menerima ajakkannya. Dan itulah pertama kali saya berada 1 mobil
berduaan dengannya. Gigi saya gemeretuk karna kedinginan. Didalam mobil
pembicaraan menjadi sangat lucu dan hangat. Ya saya rasa ini adalah kado dari
Allah untuk saya. Karna saya merasa bahagia hingga dada saya berdegup.
Terima kasih telah mengantar
saya pulang, Kang! J