17.11.12
Tanggal diatas merupakan hari
yang Fajar tunggu-tunggu. Ia bersanding dipelaminan dengan wanita itu. Tak akan
kusebut namanya disini, saya tahu saya bukan siapa-siapanya lagi. Saya hanya
wanita yang mengaguminya dari jauh sendiri. Ketika namanya saya search di
twitter, ada temannya yang mempublikasikan undangan dengan memfotonya.
Semakin sesak dada saya ketika
melihat dan memperbesar gambar tersebut. Terlintas dibenak saya untuk mengintip
sekedar ingin tahu mimik mukanya ketika bersanding dialtar pelaminan. Ahhh tapi
sepertinya nyali saya kurang besar untuk menghadiri acara resepsinya. Saya takut
jika saya akan mempermalukan diri sendiri dengan tiba-tiba jatuh pingsan ketika
ia lewat dengan istri sahnya dihadapan saya.
Mungkin mereka berdua adalah
jodoh yang memang sudah digariskan Tuhan. Jodoh saya ada diluar sana , masih
memperbaiki dirinya dahulu. Ketika saya dan dia sudah sama-sama baik, mungkin
itu saatnya kami dipertemukan dialtar pernikahan yang suci J .
Kini hati
saya terbuka lebar seperti ketika seorang manusia membuka buku ditengah-tengah.
Gak ada lagi yang namanya risau atau teman-temannya saat ini. Tujuan hidup saya
adalah bahagia. Mencoba bahagia. Mencoba membahagiakan orang-orang disekitar
saya , seperti ibu, ayah, kedua adik saya, nenek dan adik ibu saya. Hanya itu. Tapi
kalo saya sudah menikah ya jelas nambah, suami, mertua, dan saudara
kandungnya. Entahlah kapan nambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar