Senin, 19 November 2012

17.11.12


17.11.12

Tanggal diatas merupakan hari yang Fajar tunggu-tunggu. Ia bersanding dipelaminan dengan wanita itu. Tak akan kusebut namanya disini, saya tahu saya bukan siapa-siapanya lagi. Saya hanya wanita yang mengaguminya dari jauh sendiri. Ketika namanya saya search di twitter, ada temannya yang mempublikasikan undangan dengan memfotonya.

Semakin sesak dada saya ketika melihat dan memperbesar gambar tersebut. Terlintas dibenak saya untuk mengintip sekedar ingin tahu mimik mukanya ketika bersanding dialtar pelaminan. Ahhh tapi sepertinya nyali saya kurang besar untuk menghadiri acara resepsinya. Saya takut jika saya akan mempermalukan diri sendiri dengan tiba-tiba jatuh pingsan ketika ia lewat dengan istri sahnya dihadapan saya.

Mungkin mereka berdua adalah jodoh yang memang sudah digariskan Tuhan. Jodoh saya ada diluar sana , masih memperbaiki dirinya dahulu. Ketika saya dan dia sudah sama-sama baik, mungkin itu saatnya kami dipertemukan dialtar pernikahan yang suci J


Kini hati saya terbuka lebar seperti ketika seorang manusia membuka buku ditengah-tengah. Gak ada lagi yang namanya risau atau teman-temannya saat ini. Tujuan hidup saya adalah bahagia. Mencoba bahagia. Mencoba membahagiakan orang-orang disekitar saya , seperti ibu, ayah, kedua adik saya, nenek dan adik ibu saya. Hanya itu. Tapi kalo saya sudah menikah ya jelas nambah, suami, mertua, dan saudara kandungnya.  Entahlah kapan nambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar