Sabtu, 20 Oktober 2012

Prime Time


 Malam itu hari ke 19 bulan oktober saya kedatangan teman dari jakarta yang hendak menghabiskan waktunya di bandung untuk semalam. Ia bersama seorang sepupunya. Kamipun akhirnya memutuskan untuk mengisi perut kami yang bunyi karna tak diisi. Ku ajak mereka ke javan steak di jalan sulanjana dekat dago. 


Kemudian setelah menunggu makanan kami datang dan segera menyantapnya, saya pun menyempatkan diri untuk merangkai kata-kata di akun jejaring sosial twitter. Tanpa disangka, 'ia' meretweet postingan saya tadi dan menyuruh saya untuk pergi lihat 'ia' perform di Prime Time coffee dago. Entah saat itu apa yang saya pikirkan, langsung kami memutuskan untuk menyempatkan diri ke Prime Time. Setibanya kami disana, saya sih jujur sudah lihat 'ia' duduk dipinggir tangga bersama kakanya. Tapi karna saya kebelet ke toilet, jadi saya tergesa-gesa kesana. tanpa menyapa-'nya'. Beberapa saat setelah saya ke luar dari toilet dan kami pun duduk, ternyata 'ia' dan grupnya saatnya perform. Yup, kami belum sapa-menyapa. Tapi saat ia duduk didepan beberapa alat yang menjadi mata pencahariannya, mata kami bertemu dan saling mengangguk untuk menyatakan 'hai'. hehehe. malu. ya hanya itu yang saya rasakan. Saya baru 'ngeh' ternyata 'ia' jalan dengan keadaan pincang. Loh loh kok kenapa itu?! Selama 'ia" memukul alat-alat yg dicintainya, saya mengambil beberapa gambar dari handphone saya.hehehe. cekrek-cekrek. 

Yak! Time is over for his performance. Sambil bercakap-cakap dengan ke dua teman saya, tanpa dinyana, 'ia' menghampiri saya dgn jalan perlahan dan tergopoh-gopoh.( Jujur saya ngga tega. Ya tapi masa iya saya pegangin. ) Kami pun saling menyapa dan 'ia' selalu mempesona saya dengan keramahan dan senyumnya yang lembut. Pokoknya bagi saya malam itu serasa perayaan sesuatu, hati saya senang dan riang. Kalau saja 'ia' tau perasaan saya saat itu, meledak saya seketika. Keramahannya selalu membuat saya nyaman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar